Sierra1010’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Lalat juga punya antikuman lho……

lalatRasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits shahih:

Apabila seekor lalat hinggap di bejana salah seorang di antara kamu hendaklah membenamkan lalat itu lalu membuangnya. Sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat kuman dan di sayap yang satunya lagi ada antikuman.’’

Dalam hadits ini disebutkan dua proposisi yang harus dikaji. Pada zaman dahulu kedua-duanya belum diketahui secara pas. Yang pertama bahwa lalat adalah binatang perantara kuman-kuman penyakit, yang sudah diketahui hampir setiap orang. Hal kedua yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang, bahwa sesungguhnya lalat juga membawa penangkal antikuman untuk membunuh kuman yang dibawanya.

Sebelum masuk ke inti permasalahan, ada baiknya kita perhatikan dulu beberapa hal berikut ini :

  1. Sejak dahulu sudah diketahui, sebagian materi yang membahayakan kesehatan mempunyai racun yang sekaligus berguna dan mengandung obat. Dua unsur saling berlawanan ini banyak terpadu pada hewan. Jarum penyengat kalajengking mengandung racun yang mematikan. Namun racun tersebut dapat ditawarkan dengan sebagian organ hewan tersebut. Para cendekiawan berkata, “Kita mengetahui salah satu sayap lalat ada penyakit, dan di sayap satunya ada obat penangkal. Obat penangkal yang dibuat Allah ini merupakan keajaiban penciptaan-Nya. Kehebatan ciptaan instinktif ini juga dapat ditemukan pada hewan-hewan lain, seperti tawon, yang dari perutnya keluar madu yang mujarab khasiatnya, namun jarum penyengatnya mempunyai racun yang mematikan.”
  2. Ilmu medis vaksinasi diambilkan dari bisa ular atau binatang lain yang mempunyai toksin lalu disuntikkan kepada orang yang digigit ular atau kalajengking. Bahkan juga bisa meringankan penderita penyakit kanker.
  3. Sistem medical pengobatan modern juga telah menemukan obat yang sangat vital, yang diambil dari materi-materi yang tidak bersih. Obat pinisilin diambil dari proses pembusukan. Dengan fakta ini, akal manusia dengan teori yang diletakkannya tidak mampu menolak bahwa lalat binatang menjijjkkan dan mendatangkan kuman itu mempunyai antikuman pula.
  4. Kuman mengandung toksin yang ganas (materi yang terpisah dari kuman itu). Sudah diketahui bila toksin ini masuk ke tubuh binatang, maka tubuh membuat proses melawan toksin ini. Dan tubuh mampu melakukan destruksi terhadap toksin atau bahkan menelannya sekalian, yang lazim disebut destruksi kuman.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas jelas bahwa pembicaraan ini tidak menyimpang. Lalat membawa kuman, sedangkan di dalam tubuh lalat itu sendiri ada tubuh-tubuh lain yang akan memusnahkan kuman dan mempunyai kemampuan menghancurkan kuman penyakit yang bakal ditularkan lalat ke makanan atau minuman. Maka bila seekor lalat hinggap di makanan atau minuman, tak ada jalan lain kecuali dengan cara mencelupkannya sekalian, kemudian dibuang.

Selengkapnya…..

Dokter Mahmud Kamal dan dr. Muhammad Abdul Mun’in Husain, juga ikut menguatkan topik di atas dengan mengatakan bahwa kajian mengenai masalah ini sudah dilakukan sejak tahun 1871 oleh seorang guru besar di Universitas Hal, Jerman, yaitu Brifeld. Kemudian dilanjutkan oleh beberapa ahli dari beberapa negara, seperti Erneysten dan Cook dari Inggris, yang mengadakan penyelidikan sekitar tahun 1947 sampai 1950.

Dari keterangan di atas dapat ditarik beberapa hal yang saling berhubungan,

1. Lalat biasa hinggap pada sisa-sisa makanan, sampah, kotoran manusia, ataupun barang sejenis yang tidak bersih. Denagn kakinya ia membawa kuman-kuman penyakit yang membahayakan.

2. Lalat hinggap di makanan. Tentu saja kaki yang ternodai kuman itu menyentuh makanan, dan menanamkan racun disitu. Atau ia buang kotoran , yang kotorannya sendiri sudah merupakan kuman.

3. Apabila lalat tidak dicelupkan ke makanan yang dihinggapinya, kuman-kuman akan tetap berada di tempat yang dihinggapi. Apabila ada orang yang memakannya, dan tidak tahu bahwa makanan itu sudah dihinggapi lalat, kuman akan masuk ke tubuhnya dan berkembang biak, sehingga menjadi penyakit. Apalagi kalau kondisi tubuhnya sedang tidak fit atau daya tahannya melemah.

4. Apa yang terjadi bila lalat itu dicelupkan ke makanan yang dihinggapinya? Dengan dicelupkannya lalat ke makanan, berarti akan menimbulkan tekanan pada sel-sel yang memang sudah ada dalam tubuh lalat. Semakin bertambah kenyal dan akhirnya sel-sel ini pecah. Beberapa enzim yang keluar menyerang kuman penyakit dan memusnahkannya. Dengan begitu akhirnya makanan menjadi bersih, bebas dari kuman penyakit.

5. Beberapa pakar telah menyodorkan kajiannya sebagai interpretasi terhadap hadits Rasulullah SAW yang menyuruh mencelupkan lalat yang hinggap di makanan ataupun minuman, agar dari perut lalat itu keluar zat antikuman untuk membunuh kuman penyakit yang dibawanya.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu medis pada zaman ini telah ikut menguatkan sabda Rasulullah SAW. Lalat memindahkan kuman penyakit ke makanan, minuman, ataupun ke saluran pernafasan yang menyimbulkan timbulnya berbagai penyakit perut, seperti; tefoid, kolera, dan lain-lain. Hal ini ternyata sudah diisyaratkan oleh Rasul sebagaimana uraian di atas salah satu sayapnya terdapat kuman.

Bagaimanapun juga memang perlu ada tindakan preventif, tindakan menjaga agar seseorang tidak terkena kuman penyakit. Lalat-lalat yang ada di sekitar kita harus dibasmi dan diusir agar tidak menyentuh makanan dan minuman yang akan kita santap

Ilmu medis modern juga menetapkan, dalam badan lalat ada sejenis parasit yang mengandung toksin yang dapat dimatikan dan memusnahkan kuman yang dibawa lalat. Toksin ini tidak dapat bekerja kecuali sebelum mencapai satu kekenyalan tertentu. Untuk mendapatkan itu, cukup dengan memberikan sedikit tekanan. Maka bila lalat masuk ke dalam makanan atau minuman, kita tidak usah membuangnya, sehingga mendapat ancaman tabdzir. Kita justru disuruh untuk mencelupkan lalat tersebut, yang justru akan membuat minuman atau makanan akan menjadi bersih. Allah menegaskan dalam firman-Nya:

ﻭﻣﺎﻳﻧﺗﻖﻋﻥﺍﻟﻬﻭﻯ ﺍﻥﻫﻭﺍﻻﻭﺣﻭﻴﻭﺣﻰ

Dan tiadalah yang diucapkan itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS: An-Najm:3-4)

April 3, 2009 - Posted by | Kesehatan

2 Comments »

  1. kalau di makanan kering terdapat lalat trus g’ sengaja termakan lalatnya bahaya g’bagi kesehatan kita…………????

    Comment by pencari tahu.... | August 30, 2009 | Reply

  2. Anggap aja makan vitamin tambahan. Gitu aja kok repot.

    Comment by Gusdur | January 12, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: