Contoh operasi biner yang terdefinisi/tak terdefinisi/tidak terdefinisi dengan baik, tertutup/tidak tertutup
(a) Didefinisikan operasi ∗ pada Z dengan syarat untuk setiap a,b∈Z , a ∗b = a + b . Apakah operasi ∗ merupakan operasi biner?
Pertama, akan ditunjukkan bahwa operasi ∗ merupakan operasi yang tertutup. Dapat diperhatikan bahwa sesuai dengan sifat bilangan bulat, maka penjumlahan dua bilangan bulat akan menghasilkan bilangan bulat juga. Sehingga dengan demikian a ∗b = a + b∈Z. Jadi, terbukti operasi ∗ merupakan operasi yang tertutup.
Kedua, akan ditunjukkan bahwa operasi ∗ merupakan operasi yang terdefinisi dengan baik. Dapat diperhatikan bahwa sesuai dengan sifat bilangan bulat, maka setiap dua bilangan bulat dapat dijumlahkan dan menghasilkan bilangan bulat. Jadi, terbukti operasi ∗ merupakan operasi yang terdefinisi dengan baik. Jadi, operasi ∗ merupakan operasi biner.
(b) Didefinisikan operasi ∗ pada Z dengan syarat untuk setiap a,b∈Z , a ∗b = a/b. Apakah operasi ∗ merupakan operasi biner?
Diperhatikan bahwa jika a =1 dan b = 2 akan berakibat a ∗b =1∗ 2 =1/2∉Z. Jadi,
operasi ∗ tidak memenuhi kondisi tertutup. Diperhatikan juga bahwa jika a =1 dan
b = 0 akan berakibat a ∗b =1∗0 =1/0 yang tidak bisa didefinisikan. Jadi, operasi ∗ tidak
memenuhi kondisi terdefinisi dengan baik. Jadi, operasi ∗ bukan merupakan operasi biner.
Contoh tabel Cayley dengan operasi biner yang asosiatif
| # | p | q | r | s |
| p | p | p | p | p |
| q | p | q | q | q |
| r | p | q | r | r |
| s | p | q | r | s |
Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa:
| p#(q#r)=(p#q)#r
p#q=p#r p=p |
q#(r#s)=(q#r)#s
q#r=q#s q=q |
Contoh Tabel Cayley dengan operasi biner yang komutatif
| * | a | b | c | d |
| a | a | b | c | d |
| b | b | c | b | c |
| c | c | b | d | b |
| d | d | c | b | b |
Pada tabel di atas dapat kita lihat bahwa
a*b=b*a=b
c*b=b*c=b
a*c=c*a=c
Contoh Tabel Cayley dalam Operasi Biner
| * | u | v | w |
| u | u | w | w |
| v | v | v | v |
| w | w | u | v |
Dalam membaca operasi biner pada table, elemen yang dioperasikan adalah elemen yang di kolom paling kiri dengan operasi * dengan elemen yang di baris paling atas. Misalnnya pada table operasi di atas, kita dapat melihat bahwa u*u=u, u*v=w, v*v=v, w*v=u, dan seterusnya.
Contoh Operasi Biner yang Bersifat Asosiatif
(a) Operasi penjumlahan pada R. misalnya 2 + (4+5)= (2+4)+5=11.
(b) Operasi biner yang didefinisikan a*b=ab di N tidak asosiatif karena 2*(1*3)=2 sedangkan (2*1)*3=8.
Contoh Operasi Biner yang Bersifat Komutatif
(a) Pada R didefinisikan suatu operasi biner # dimana a#b=a+b-1. Operasi ini komutatif karena a # b = a + b – 1 = b + a – 1 = b # a.
(b) Operasi biner penjumlahan dan perkalian pada R bersifat komutatif. Tetapi operasi biner pengurangan tidak memenuhi kondisi komutatif. Misalnya 5 – 7= -2, sedangkan 7 – 5=2.
Contoh-contoh Operasi Biner
(a) Pada N didefinisikan # dimana x#y=xy. Jadi 2#3=6, 4#7=28.
(b) Pada N didefinisikan operasi biner dimana x!y = x. Jadi 4!5=4,8!6=8.
(c) Pada N didefinisikan operasi biner * dimana x * y = xy. Jadi 6*5=7776, 2*3=8. Dalam contoh ini kita dapat mengetahui maksud operasi biner adalah mengaitkan pasangan terurut agar jelas pengaitannya, misalnya 2*3=8 tidak sama dengan 3*2=9.
